Selasa, 07 Maret 2017

Jumlah Wisatawan Di Yogyakarta Meningkat Karena Banyaknya Destinasi Baru

Kunjungan wisatawan ke DI Yogyakarta selama libur hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah diprediksi meningkat dibanding libur Lebaran tahun sebelumnya. Peningkatan itu dipicu dari munculnya tempat wisata baru seperti Taman Breksi (Kabupaten Sleman), Ayunan Langit (Kabupaten Kulon Progo), Hutan Mangrove (Kabupaten Kulon Progo), dan beberapa destinasi lainnya.

Pict: ngadem.com
"Selain itu, cuti bersama atau libur Lebaran tahun ini waktunya cukup bagus sekitar 10 hari sehingga setelah silaturahmi di hari pertama sampai ketiga Idul Fitri, pemudik masih bisa wisata," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Aris Riyanto di Yogyakarta, Jumat (23/6/2017).

Dikatakan Aris, berdasarkan pengalaman libur Lebaran di tahun sebelumnya, peningkatan jumlah wisatawan yang datang mencapai 10-15 persen setiap tahunnya. Pada 2015 misalnya, jumlah wisatawan yang datang mencapai 2,46 juta orang . Sedangkan jumlah wisatawan yang datang pada 2016 mencapai 2,63 juta orang.

"Maka dari itu asumsi kami peningkatan jumlah wisatawan libur Lebaran tahun ini (meningkat) 10-15 persen juga, dan prediksi itu selalu tercapai. Tapi data tahun lalu itu yang terhitung di hotel. Kalau ditambah yang tinggal di luar seperti rumah keluarga, pasti peningkatan lebih banyak," kata Aris.

Aris menilai, lokasi wisata di Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Sleman masih menjadi favorit selama libur Lebaran. Sebab, kata dia, belum ada destinasi wisata lain yang mengalahkan pesona wisata yang ada di dua kabupaten tersebut.

"Selama tiga tahun terakhir ini dua kabupaten itu masih menjadi primadona. Gunungkidul dengan pantainya dan Sleman dengan Lava Tour-nya. Tapi kami melihat Kulon Progo juga akan menigkat karena ada Hutan Mangrove dan Ayunan Langit," ujar Aris.

Hindari Lokasi Ubur-ubur

Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, lanjut Aris, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengantisipasi hal tersebut. Pemerintah kota/kabupaten melakukan antisipasi bersama kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas dan perparkirannya.

"Itu penting untuk memberikan kenyamanan," kata Aris.

Aris pun meminta Dinas Pariwisata Gunungkidul untuk menyiapkan tenaga medis khusus untuk memberikan pelayanan khusunya kepada wisatawan yang datang ke wilayah pantai. Sebab, kata dia, sejumlah pantai di Gunungkidul menjadi lokasi keberadaan ubur-ubur.

"Kalau terkena ubur-ubur karena itu panas dan bengkak karena saya pernah dan keponakan kena di salah satu pantai Gunungkidul," kata Aris.

Wisatawan pun diminta untuk menghindari tempat yang dihuni ubur-ubur ketika bermain air di pantai. Menurutnya, ubur-ubur itu sering berada di pinggir pantai yang airnya tidak bergelombang.

"Masyarakat lokal juga kami minta mengingatkan wisatawan untuk tidak ke lokasi ubur-ubur," tutupnya.

Sumber: kompas.com ( Teuku Muhammad Guci Syaifudin )

Eksotisme Sisi Utara Gunung Kidul Terletak Di 4G

4G biasa dikenal untuk jaringan internet. Namun berbeda dengan 4G di Gunungkidul. Sebuah objek wisata baru di sisi utara kabupaten terluas di DIY ini menampilkan sebuah spot selfie serta untuk dunia fotografi yang sangat istimewa. 4G merupakan singkatan dari Gunung Gentong Gedangsari Gunungkidul. Merupakan destinasi wisata yang berada di Dusun Manggung, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari.


Sebuah objek wisata yang menawarkan keindahan alam bukit, lengkap dengan pemandangan di atas awan yang seringkali disebut negeri di atas awan.

Namun demikian, untuk bisa menikmati panorama negeri di atas awan ini, wisatawan memang harus datang sebelum jam 06.00 WIB.

Di tengah kesegaran udara bukit dan suasana pedesaan, kita akan memandang luas beberapa daerah di luar Gunungkdul dan awan awan tipis yang menyelimutinya.

Di objek wisata yang belum lama diperkenalkan masyarakat ini,  view paling favorit adalah bukit gunung api purba Nglanggeran. Keindahan gunung api purba tersebut benar-benar sangat menawan untuk spot foto dari bukit  4G .

Kurniawan, salah satu wisatawan asal Magelang Jawa Tengah mengaku takjub dengan keindahan alam di pagi hari di kawasan 4G tersebut.

Bayangkan saja diapun rela berangkat dini hari untuk bisa melihat golden sunsrise serta pemandangan menakjubkan di pagi hari tatkala udara masih sangat segar.

”Sungguh menawan dan memesona pokoknya tidak salah kalau objek wisata di Gunungkidul terkenal dengan eksotismenya. Ini saya buktikan sendiri,” ungkapnya beberapa waktu yang lalu.

Diakuinya dengan ketinggian bukit 520 DPL menjadikan objek wisata di sisi utara kabupaten Gunungkidul ini cukup menarik. Apalagi wisatawan sangat mudah menjangkau dan tidak membutuhkan fisik ekstra.”Ini negeri di atas awan,” lanjut dia.

Kepala Bidang Pemasaran dan Bina Usaha Dinas Pariwisata Gunungkidul Yuni Hartini mengatakan, pihaknya terus berusaha memberikan ruang partisipasi masyarakat untuk menggeliatkan pariwisata.

Potensi sektor utara Gunungkidul yang dikenal dengan perbukitannya, masih menyimpan berbagai keindahan yang layak untuk diekplorasi. ”4G di Gedangsari ini merupakan salah satu objek wisata berbasis masyarakat yang dikelola warga setempat,” ulasnya.

Pemkab, lanjutnya, terus berusaha memberikan sarana prasarana sehingga keindahan wisata alam yang masih perawan tersebut semakin layak dan menambah kenyaman wisatawan.

”Objek wista 4 G layak dicoba bagi wistaan yang memang membutuhkan suasana  serta panorama keindahan alam yang berbeda. Karena paling asyik di pagi hari untuk melihat sunrise dan berfoto di atas awan,” pungkasnya.

Sumber: sindonews.com ( Suharjono )

Senin, 06 Maret 2017

Revitalisasi Budaya Desa Hewokloang Sikka NTT

Salah satu budaya yang sudah turun menurun ada pada Budaya Hewokloang yang ada di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Budaya ini terbentuk dari banyak unsur, termasuk sistem religi, bahasa, sistem pengetahuan, sistem teknologi dan peralatan, sistem mata pencaharian hidup, sistem kesenian, busana, bangunan, adat istiadat, sistem kekerabatan, dan organisasi kemasyarakatan. Budaya ini adalah cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh masyarakat Hewokloang yang diwariskan dari generasi ke generasi hingga sampai sekarang yang memasuki abad 21 era digital.

Pict: tribunnews.com ( Budaya Hewokloang )
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan komunikasi ultra modern pada era digital, selain berdampak positif bagi perkembangan budaya dan peradapan manusia, juga banyak membawa pengaruh negatif.

Salah satunya yakni terjadinya pergeseran nilai-nilai, tatanan hidup dan kearifan budaya lokal termasuk Budaya Masyarakat Adat Hewokloang, jika kita tidak membentengi diri dengan rasa memiliki dan komitmen untuk menjaga, melestarikan dan menghidupi kearifan dan kekayaan budaya Hewokloang yang dicintai oleh masyarakatnya secara bersama-sama. Masalah dan kekuatiran tersebut diatas mengetuk hati generasi Hewokloang, baik di tanah perantauan maupun generasi yang tetap berdomisili di Kampung Adat Hewokloang dan sekitarnya.

Mereka memiliki kerinduan bersama untuk duduk kula-babong (musyawarah) bersama seluruh warga Masyarakat Adat Hewokloang. Musyawarah (kula-babong) budaya ini bertujuan membangun komitmen bersama untuk menggali, memulihkan, melestarikan, mengembangkan dan menghidupi nilai-nilai kearifan lokal budaya Hewokloang.

Kesadaran, inisiatif dan upaya-upaya pelestarian ini dapat disebut sebagai gerakan
“Revitalisasi Budaya Hewokloang” untuk mewujudkan suatu tatanan kehidupan bersama yang damai, sejahtera, selaras alam dan selaras zaman.

Kerinduan akan “Kula-Babong Budaya” ini kemudian dirumuskan dalam  bentuk kegiatan yang diberi nama “Musyawarah Besar Revitalisasi Budaya Hewokloang” yang akan diselenggarakan selama 3 hari yakni tanggal 7-9 Juli 2017 di alun-alun kampung adat Hewokloang, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

“Musyawarah Revitalisasi Budaya” ini dilaksanakan dalam bentuk Seminar dan Diskusi diselingi Pentas Seni Budaya Tradisi Hewokloang yang melibatkan masyarakat, tokoh adat dan pemerintah yang tinggal di Kampung Hewokloang dan sekitarnya serta warga Hewokloang yang berada di perantauan.

Budaya Hewokloang terbentuk dari banyak unsur yang luas yakni :
  1. Sistem religi kepercayaan kepada (Ina Nian-tana, Ama Lerowulan, Nitu-noan, Ai-tali)
  2. Bahasa (tutur-tatar krowe-sikka)
  3. Sistem pengetahuan (naruk bisa-ngaisiang)
  4. Sistem teknologi dan peralatan (Naruk rawin-raja, ruking-rawin)
  5. Sistem mata pencaharian hidup (suwung-rakan, ou-ima, ua-uma kare-tua, jata-kapa toru-lorun, tea-pleur)
  6. Sistem kesenian (leke-sora, latu-lawang, kleteng-latar, pantun-dendang, soka-toja, togo-hegon)
  7. Busana (paket-pelang lipa-ragi, utan-labu, sede-reng, kalar-gelang, bala-bahar, lodan-ledan, urut-soking), 8) bangunan (laba lepo sorong woga, orin-uma, pang-padak, kuwu-kajang), 9) adat istiadat (lihan-lalan, bunun-desa, roit-kudu, guting-pereng, legen-ala, ata-lamen, maten-potat, lodo-huer, hera-tada, tibang-naruk) dan sistem kekerabatan (ngen-ngerang, ina-ama, ue-wari, pu-lame, kera-pu, aa-wine, ina-wine, me-pu) 10) organisasi kemasyarakatan (Suku-Lepo, Lepo-pitu woga-walu,  dua litin pitu, moan ler walu).

Aloysius Hieng adalah salah satu penggagas diadakannya Musyawarah Besar Adat Revitalisasi Budaya Hewokloang, Kepala Polisi Adat Nusantara dan Ketum Ormas Petir mengungkapkan, bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk, membangun kesadaran bersama warga masyarakat keturunan Hewokloang untuk mengenal dan mencintai kearifan-kearifan budaya lokal Hewokloang.

Membangun komitmen bersama untuk menggali, memulihkan, mengembangkan, melestarikan dan menghidupi nilai-nilai kearifan budaya lokal Hewokloang.

Mengorganisir  event budaya tahunan yang menyatukan seluruh warga keturunan Hewokloang.

Membangun Desa Hewokloang menjadi Desa Tujuan Wisata (destinasi wisata budaya) yang berdampak pada peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat Hewokloang dan sekitarnya serta masyarakat Kabupaten Sikka dan Propinsi NTT pada umumnya.

"Sebagai putra daerah di tanah perantauan, saya sangat merindukan kemajuan di tanah kelahiran. Berawal dari kerinduan itu, saya terpanggil untuk membangun dan memajukan kampung halaman tempat dimana saya di lahirkan," kata Aloysius Hieng ketika ditemui di kediamanya di kawasan MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (19/6/2017).

Pria yang akrab disapa Bang Aloy ini juga memaparkan, seiring dengan gelar kampung adat yang di gadang di kampung adat Hewokloang juga akan ada pameran yang akan memamerkan berbagai macam peninggalan bersejarah dan tarian-tarian adat pada kampung adat Hewokloang. Seperti warisan para leluhur, rumah adat ( lepo ), gading gajah yg berukuran besar yang tidak bisa dijumpai di tempat lain, guci yang berumur ribuan tahun, piring, mangkuk, teko, gelas berumur ribuan tahun dari warisan para leluhurnya.

"Semua itu masih tersimpan dengan rapih dan terawat disetiap rumah adat (lepo) yang ada di kampung adat desa Hewokloang. Begitu juga bangunan tugu menhir yang biasa dikenal dengan sebutan Mahe pada masyarakat kampung adat Hewokloang berumur ribuan tahun," ungkap Bang Aloy.

Tambah bang Aloy, acara ini diharapkan menjadi menjadi motivasi, kesadaran, kehadiran dan partisipasi aktif warga Hewokloang dalam Musyawarah Besar Revitalisasi Budaya untuk mengenal, mencintai dan melestarikan Budaya Hewokloang.

Adanya kesepakatan seluruh warga Hewokloang “Lepo Pitu Woga Walu” untuk menggali, memulihkan, mengembangkan, melestarikan dan menghidupi nilai-nilai kearifan budaya Hewokloang. Adanya kesepakatan dan komitmen bersama untuk membuat event budaya tetap tahunan di Kampung (Natar) Hewokloang. Adanya kesepakatan, komitmen bersama event budaya tetap tahunan yang jatuh pada tanggal dan bulan yang sama setiap tahunnya dikampung adat (natar) Hewokloang.

Acara musyawarah revitalisasi budaya Hewokloang nantinya akan mengundang sekitar 5 sd 10 ribu orang yang terdiri dari:
  • Pemangku adat Kampung Hewokloang
  • Warga masyarakat adat Kampung Hewokloang dan Sekitarnya,
  • Warga masyarakat adat Hewokloang di Tanah Perantauan.
  • Undangan Pemerintah dan Tokoh Adat 7 Desa di Kecamatan Hewokloang.
  • Undangan Pemerintah dan Tokoh Adat Kabupaten Sikka.
  • Undangan Pemerintah dan Tokoh Adat Republik Indonesia dari Jakarta.
  • Undangan Para Pengusaha dan Pelaku Wisata.

Dan didukung langsung oleh ormas:
  • Pemuda Teguh Indonesia Raya (PETIR) di Jakarta,
  • Lembaga Adat Republik Indonesia (LEMTARI) di Jakarta.
  • Dan Partisipasi Kesadaran Masyarakat Kampung Adat Hewokloang, Maumera,   Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

"Even ini akan diadakan di setiap tahun pada bulan dan tanggal yang sama dan diharapankan kelak, desa atau kampung adat hewokloang bisa menjadi kampung atau desa tujuan wisata, destinasi wisata budaya Indonesia yang mendunia," harap bang Aloy selaku inisiator Mubes Revitalisasi Budaya Hewokloang.

Sumber: daerah.sindonews.com ( Hasan Kurniawan )

Thredbo Puncak Gunung Salju Terindah Di Australia


Sebagai salah satu obyek wisata alam di Australia, Thredbo menjadi destinasi yang wajib dikunjungi di musim dingin saat bepergian ke negeri kanguru tersebut. Berlokasi di negara bagian New South Wales (NSW), Thredbo menyajikan pesona alam berupa pemandangan gunung bersalju yang bisa dinikmati dari ketinggian 1.927 meter hingga puncaknya, yaitu gunung Kosciuszko, yang merupakan gunung tertinggi di benua tersebut. Akses menuju Thredbo relatif mudah. Dengan berjarak sekitar 220 km dari pusat kota Canberra, waktu tempuh yang diperlukan adalah sekitar 3 jam 15 menit dengan mobil atau bus.


Selain itu, pengunjung juga bisa menggunakan sejumlah alternatif, seperti tour gabungan (open trip) dengan biaya berkisar 200-250 dolar Australia yang sudah termasuk biaya transportasi, akomodasi, tiket masuk, dan konsumsi. Terdapat beberapa titik lookout untuk melihat pemandangan sekaligus menikmati gunung bersalju, antara lain Australia’s Highest Lifted Point, Eagle Nest, Kareela, dan Black Sallees. Untuk menuju tempat-tempat tersebut, pengunjung dapat menggunakan chairlift dengan membayar daily ticket sebesar 37 dolar Australia.


Selain menikmati pemandangan alam, pengunjung juga dapat melakukan aktivitas winter sport, seperti ski dan snowboard. Biaya yang diperlukan untuk bermain di area winter sport adalah 125 dolar Australia. Pengunjung juga dapat menyewa alat-alat yang diperlukan dengan biaya tambahan sebesar 75 dolar Australia. Selain itu, Thredbo juga menyediakan sejumlah paket harga dengan biaya yang lebih terjangkau, termasuk paket training untuk pemain pemula.  Area wisata Thredbo juga menyediakan sejumlah penginapan semacam vila dengan beberapa toko, rumah makan, dan coffee shops.


Selain karena kawasannya yang luas dan banyaknya aktivitas musim dingin yang bisa dilakukan di area Thredbo, tidak sedikit pengunjung yang menghabiskan waktu untuk bermalam di kawasan tersebut. Mencicipi cokelat hangat atau kopi di salah satu kafe di malam hari bisa menjadi aktivitas yang direkomendasikan setelah seharian bermain ski. Apabila ingin berkunjung, waktu yang tepat adalah saat musim dingin yang berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus. Bulan Juli adalah waktu yang direkomendasikan karena salju yang sudah menebal. Namun demikian, kawasan akan lebih ramai dan harga penginapan akan lebih mahal tentunya saat peak season tersebut.

Sumber: kompas.com ( I Made Diangga Adika Karang )

Minggu, 05 Maret 2017

2017 Dalam Kalender Maseh, 1396 Dalam Kalender Persia

Musim semi telah tiba. Dari festival sakura di Jepan hingga perayaan Holi di India, budaya-budaya di seluruh dunia memiliki ritual-ritual tua untuk menyambut musim semi. Di Iran dan beberapa negara, equinox muda menandai awal dari Norwuz, sebuah perayaan sepanjang dua minggu yang merupakan dasar dari budaya Persia.


Memiliki arti sebagai ‘hari baru’ dalam bahasa Farsi, Nowruz kali ini menandakan awal dari tahun 1396 dalam kalender Persia, secara simbolis berarti meninggalkan kesulitan yang terjadi di musim dingin dan menghargai kelahiran alam kembali.

Berikut beberapa hal yang patut diketahui mengenai perayaan ini:
  • Nowruz Bukan Perayaan Islam.
    Sejarah Nowruz jauh lebih kuno dibandingkan kemunculan Islam dan Kristen. Perayaan ini diperkirakan berawal 3,000 tahun lalu pada masa Zoroastrian, salah satu agama monotheis pertama yang pernah menjadi agama resmi di Persia. Pada 2009, UNESCO mencantumkan Nowruz dalam daftar Warisan Budaya Berwujud, mengingatkan pentingnya melestarikan praktik, ritual dan acara-acara perayaan.
  • Perayaan Lintas Batas Negara, Agama, dan Budaya.
    Lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia mengamati Nowruz. Menurut Omid Safi, direktur dari Pusat Studi Islam di Duke University, Nowruz dirayakan “hampir di setiap tempat yang pernah disentuh budaya Persia - lebih luas dibanding negara Iran saat ini.” Para pengamat juga merayakan dari Timur Tengah, Asia Tengah, Eropa, Pegunungan Kaukasus, dan Amerika Serika. Setiap budaya mengakui hari raya ini sebagai sebuah pembaruan, walaupun cara perayaannya mungkin berbeda di tiap tempat.
  • Perayaan Dimulai dengan Melompati Api.
    Selasa lalu, banyak orang berpartisipasi dalam ritual melompati api, atau Chaharshanbe Suri. Api memegang makna penting dalam Zoroastrianisme, sebagai repreentasi dari kebijaksanaan Tuhan. Melompati api menjadi suatu cara untuk menjauhkan diri dari kesialan yang datang dari babak hidup sebelumnya untuk memulai tahun baru dengan catatan yang bersih.
  • Tujuh Adalah Angka Keberuntungan.
    “Haft-Seen" atau biasa disebut Haft-Sin (Sin dalam bahasa Arab dan Persia sebagai huruf ke-7)  adalah jantung dari tradisi Nowruz. Pengaturan atasan meja menampilkan 7 objek simbolis, semua objek yang dimulai dari huruf Sin dalam bahasa Persia. Biasanya dapat meliputi sabzeh, sejenis gandum, jelai, atau kecambah, sebagai simbol kelahiran kembali; samanu, sejenis pudding manis, merepresentasikan kemakmuran; senjed, zaitun Persia, sebagai simbol cinta; seer, atau bawang putih, untuk kesehatan; seeb, atau apel, sebagai simbol keindahan; buah summac untuk matahari terbit yang indah; dan serkeh, atau cuka, untuk menjanjikan kesabaran.
  • Ikan Mas Koki Sudah Ketinggalan Zaman.
    Kadan haft-seen juga melibatkan sebuah buku puisi, sebatang lilin dengan cermin, atau bahkan ikan mas koki dalam cawan. Ikan mas koki, yang merepresentasikan kehidupan, telah menjadi bahan perdebatan bagi para aktivis yang berpendapat pemakaian ikan tersebut tidak etis dan menyebabkan kematian sampai dengan 5 juta ikan di setiap hari raya itu berlangsung. Tahun lalu, Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengunggah sebuah foto haft-seen miliknya di twitter saat Norwuz, namun bukan ikan dalam cawan yang terlihat, melainkan buah jeruk sebagai pengganti ikan.
  • Semua Itu Berakhir dengan Sebuah Piknik.
    Di hari ke-13, perayaan tumpah ke luar rumah untuk piknik Sizdah-bedar, yang di Iran berari, hampir dari seisi negara bersantap bersama di dekan tepi sungai. Pada hari ini, keluarga-keluarga seringkali membuang barang-barang di haft-seen mereka. Dengan membuang barang-barang tersebut, secara simbolis berarti keluarga juga membuang kesialan yang mungkin terjadi di tahun baru tersebut.

Sumber: nationalgeographic.co.id ( Faris Dzaki. Sumber: Alexandra E. Petri/National Geographic )

Inilah Hostel Pertama Di Bangun Di "Kota Hantu"Chernoby

Kota Chernobyl di Ukraina sering disebut sebagai 'kota hantu' lantaran kondisinya yang terbengkalai setelah kasus kebocoran reaktor nuklir tahun 1986. Namun siapa sangka, kini di tahun 2017 dibuka hostel di jantung kota Chernobyl. Dilansir dari Telegraph, pemeritah Ukraina adalah pihak yang membuka akomodasi di tempat tak biasa ini. Menempati bangunan bekas asrama Uni Soviet, hostel ini berada hanya 15 kilometer dari lokasi kebocoran nuklir tahun 1986.

Pict: Chernobyl Nuclear Power Plant. (Mond/Wikimedia Commons)
Administrator negara, Svetlana Grishchenko mengatakan saat ini hostel memiliki 50 ranjang, dan direncanakan akan terus bertambah agar dapat mengakomodir 120 tamu.

"Semua ruang sangat sederhana, bergaya Soviet. Semua pengunjung diberikan sprei dengan cap komplek industri istimewa Chernobyl, sabun, dan handuk," kata salah satu operator tur Chernobyl.

Jangan salah, sudah ada tamu yang menginap di hostel ini. Tercatat tamu pertama berasal dari Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Denmark.

Bukan hanya hostel dari pemerintah, banyak bangunan di Chernobylyang kini dibangun kembali sebagai akomodasi tur.

'Kota Hantu' Chernobyl nyatanya memang menjadi daya tarik wisata diUkraina. Banyak orang yang penasaran dengan kondisi kota terbengkalai dari puluhan tahun silam.

Untuk mamasuki kawasan Chernobyl diperlukan izin khusus dan pemandu tur khusus, sebab banyak aturan untuk menjaga wisatawan dari bahaya radioaktif.

Contohnya tidak boleh memasuki area tertentu, tidak duduk atau menyentuh barang, dan melakukan pemeriksaan partikel sebelum datang dan sesudah pergi dari Chernobyl.

Sumber: Kompas.com ( Silvita AgmasariK )
Via: nationalgeographic.co.id

Sabtu, 04 Maret 2017

Pemerintahan Kota Bali Melestarikan Aksara Dan Sastra Bali

Pemerintah Kota Denpasar makin gencar melestarikan aksara dan sastra Bali. Salah satunya dengan mengajarkan cara menulis dan membaca kepada anak-anak. Bahkan sejumlah anak blasteran juga ikut belajar. Seperti yang dilakukan Penyuluh Bahasa Bali Kota Denpasar, saat memberikan penyuluhan dan pelatihan nyurat lontar di SD Mahardika, di Jalan By Pass Ngurah Rai Tohpati, Denpasar.


Kegiatan tersebut diikuti sejumlah anak-anak blasteran. Mereka asyik belajar menulis aksara Bali di daun lontar. Meskipun masih kesulitan, namun nampak anak-anak tersebut sangat antusias dan bersemangat belajar.

"Saya senang bisa belajar menulis aksara Bali. Tapi susah sekali. Tapi saya mau belajar, ya senang," ujar salah satu siswa bernama Carrick Ardiansyah Tharing yang berdarah Australia ini, Rabu (7/6).

Koordinator Humas Penyuluh Bahasa Bali Kota Denpasar Ni Putu Novi Purnama Sari di sela memberikan pelatihan, mengatakan mendapat undangan dari SD Mahardika Denpasar untuk memberikan penjelasan tentang tata cara menulis aksara Bali di daun lontar.

Kegiatan Ini merupakan salah satu cara pelestarian bahasa, sastra dan aksara Bali. "Adapun jumlah siswa yang mengikuti penyuluhan aksara di daun lontar ini sebanyak 26 orang siswa," ujarnya.

Dikatakan, selain siswa lokal, kegiatan ini juga diikuti siswa blesteran yang kebetulan bersekolah di SD Mahardika. "Kami salut, meskipun siswa keturunan tapi nampak antusias dan senang mengikuti penyuluhan," ujarnya.

Sumber: merdeka.com ( Gede Nadi Jaya )